Cara Beternak Murai Batu Sederhana

Cara Beternak Murai Batu pada ala ring 3L Limo Depok secara sederhana bisa dijelaskan sebagai berikut. Pertama tama harus  menyusun strategi yang tepat untuk menangkarkan  Murai Batu ini. Pemilihan indukan, pemilihan kandang dan siklus perkawinan, pengeraman dan penetasan adalah hal dasar yang harus diketahui oleh peternak pemula.

Setelah dilakukan proses perjodohan  secara normal akan dilanjutkan proses pengangkatan sarang dan dilanjutkan dengan proses perkawinan. Setelah selesai melakukan perkawinan, selanjutnya induk Murai Batu akan menghasilkan telur. Telur tersebut harus dierami oleh induknya agar dapat menetas dan jika menetas nantinya diharapkam dapat menghasilkan anakan yang tidak memiliki cacat pada seluruh tubuhnya. Pengeraman oleh induk Murai Batu dilakukan selama dua minggu, berkisar 12 sd 15 hari. Di penangkaran, dikenal dua metode pengeraman telur. Yakni dierami sendiri oleh induknya dan cara lainnya dengan menetaskan telur menggunakan mesin tetas. Setelah hari ke-16 tadi, telur akan menetas dan menjadi anakan Murai Batu. Jika sisa cangkang telur terlihat berjatuhan di bawah sarang atau sangkar tempat dimana telur-telur dierami maka itu tandanya bahwa telur Murai Batu telah menetas.

Dalam sekali bertelur biasanya indukan akan bertelur 2 sampai dengan 4 butir telur. Namun, belum tentu telur tersebut akan menetas seluruhnya. Biasanya hal yang menjadi penyebab mengapa tidak seluruh telur menetas adalah karena telur yang sering ditinggalkan oleh induknya karena tempat yang digunakan tidak nyaman. Oleh karena itu, pada tahap persiapan hendaknya diperhatikan kenyamanan sangkar burung untuk bertelur dan mengerami telurnya. Selain itu, penyebab lainnya telur tidak menetas seluruhnya adalah karena pakan yang diberikan pada indukan kurang berkualitas hingga mengakibatkan infertil.

Setelah telur menetas di hari ke dua indukan akan mulai meloloh trotolan, pelolohan ini dilakukan oleh indukan betina ataupun jantan. Pakan yang dilolohkan adalah pakan hidup seperti jangkrik, ulat hongkong ataupun kroto. Di  peternakan Murai Batu ring 3L untuk kandang produksi hanya disediakan pakan hidup tanpa voor sama sekali

Ketika telur-telur sudah menetas selanjutnya pemberian pakan di tempat indukan harus diperbanyak lagi karena indukan sangat membutuhkan pakan yang  untuk mengembalikan stamina dan proses menyuapi anak atau meloloh. Selama masa pengeraman setelah telur menetas sebaiknya jangan banyak gangguan pada indukan. Jika banyak gangguan tak jarang indukan akan membuang atau bahkan membunuh anaknya tersebut. Demikian untuk cara beternak murai batu sederhana hingga di tahap ini, untuk fase pengambilan anakan dan penyuapan (meloloh) akan di jelaskan diartikel selanjutnya. Ring 3L Limo Depok menyediakan aneka murai batu dari usia trotol hingga induk siapan, hubungi kami di Tel/WA 0817155010.