Burung Murai Batu Dan Area Penyebarannya

Burung Murai Batu atau yang dikenal dengan nama White-rumped Shama adalah tipe burung kicau yang memiliki banyak penggemar. Namanya sangat populer dikalangan pecinta burung kicau karena memang burung ini memiliki nyanyian yang indah dan suara yang merdu serta jantannya memiliki ekor panjang yang menarik. Bahkan pada tahun 1947, burung Murai Batu sempat dinobatkan sebagai burung dengan kicauan paling indah versi Delacour. Tak heran jika burung ini memiliki harga yang terbilang cukup lumayan.

Secara umum, Murai Batu tergolong dalam kelompok burung cacing atau muscicapidae. Pada dasarnya kelompok jenis burung ini dikenal sebagai burung tipe teritorial yang sangat kuat dalam mempertahankan wilayahnya. Secara morfologis, antara Murai Batu jantan dengan Murai Batu betina dapat dengan mudah dibedakan karena memang perbedaan antara keduanya begitu signifikan. Murai Batu jantan memiliki ekor yang lebih panjang serta perawakan tubuh yang lebih besar dibandingkan betina, sedangkan betina memiliki ekor yang lebih pendek. Dari segi kicauan, Murai jantan juga memiliki kicauan yang lebih bervariasi dibandingkan si betina. Karena pamornya, terjadi perburuan besar-besaran terhadap burung ini, hal ini menjadikan Murai masuk dalam daftar burung yang terancam punah. Meskipun jenis burung penyanyi ini terancam punah, para penggemar Murai Batu terus mempelajari cara penangkarannya sehingga saat ini burung hasil tangkarannya tersedia sangat banyak dipasaran. Habitat asli burung ini adalah hutan lebat dengan kondisi tanaman yang rapat, pesatnya laju perambahan hutan,  hal ini juga berdampak terhadap kelangsungan hidup binatang penghuni rimba dan di dalamnya termasuk Murai. Persebaran Murai Batu ini diantaranya di seluruh pulau sumatra, semenanjung Malaysia, dan sebagian pulau Jawa. Beberapa spesies juga di temukan di hutan Kalimantan. Di Sumatra sendiri, banyak dijumpai Murai Batu, oleh karena itu terdapat penyebutan asal daerah untuk menjuluki burung ini, misalnya Murai Batu Aceh, Murai Batu Medan, Murai Batu Nias, dan Murai Batu Lampung. Sedangkan untuk daerah Jawa, keberadaan Murai Batu liar saat ini hanya dapat dijumpai di tempat konservasi seperti salah satunya di Taman Nasional ujung Kulon. Pasar sendiri memiliki kecenderungan menyukai murai batu Sumatra dan dihargai lebih mahal karena dianggap lebih fighter dan tidak kembung. Berbeda dengan murai Sumatra murai Borneo memiliki sifat mengembungkan rongga dadanya hingga mirip sebuah bola ketika berkicau, secara keekonomian di mata para pecinta murai Batu, burung yang berasal dari Kalimantan memiliki harga yang lebih rendah.

Peternakan murai batu ring 3L 0817155010 yang berlokasi di Limo Depok berperan aktif melestarikan jenis burung Murai Batu. Menyediakan aneka berbagai usia dari trotolan hingga indukan dan saat ini hanya melayani secara PCB (Pantau Cocok Bayar), tidak melayani pengiriman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *