Cara Menjinakkan Murai Batu Liar

Cara menjinakkan Murai Batu liar adalah hal yang wajib diketahui oleh para kicau mania. Berikut cara menjinakkan Burung Murai Batu liar dari ring 3L http://murai-batu.com,  Murai Batu hasil dari menangkap di hutan memiliki kecenderungan defensif dengan lingkungan barunya, karena habitat burung Murai Batu yang alami adalah di hutan dan ketika ditangkap otomatis burung Murai Batu hasil tangkapan ini harus  dirawat dengan baik supaya bisa beradaptasi.

Burung bakalan atau sudah berumur dewasa (bahkan menginjak tua) saat kita baru mendapatkannya entah itu dari membeli di pasar burung atau dari menangkap sendiri di hutan, seringnya tingkah lakunya liar dan jika didekati merasa ketakutan hingga menabrak sangkar atau biasa disebut grabagan. Tidak jarang pada bagian kepala burung mengalami luka lebam hingga mengeluarkan darah akibatnya si Murai Batu menjadi stress bahkan kondisi ini juga akan menurunkan nafsu makan si Murai hingga menimbulkan kematian.

Hal yang demikian tentunya tidak kita inginkan. Jika Anda mengalami hal seperti ini saat baru pertama kali memelihara burung Murai Batu kesayangan, jangan panik dan putus asa. Ada banyak cara sebenarnya agar burung yang liar itu bisa dijinakkan, sehingga diharapkan berkicau saat di didekati oleh manusia.

  1. Langkah pertama yang harus kita lakukan untuk menjinakkan Murai Batu hutan adalah letakkan burung pada posisi yang jauh dari burung lain atau lalu lalang orang. Beri waktu agar burung lebih mengenali lingkungan barunya, yang tentunya berbeda dengan lingkungan saat di hutan dulu. Treatment ini juga bisa dibarengi dengan pemberian pakan berupa kroto. Mengapa kroto? Karena kroto merupakan e salah satu makanan favorit bagi si Murai Batu di alam liar.
  2. Minggu ke dua tambahkan pakan voer dan jangkrik dengan takaran porsi pagi 5 ekor dan sore 5 ekor. Air untuk minuman setiap hari harus diganti. Pada tahapan pengenalan ini, besar kemungkinan voer-nya tidak akan dimakan, namun hal ini wajar dan tetap lanjutkan pemberian pakan berupa voer. Idealnya setiap 3 hari sekali voer harus di ganti dengan yang baru. Usahakan memilih voer yang khusus untuk burung Murai Batu. Posisi kandang tetap jangan di rubah-rubah untuk menjaga kenyamanan si burung. Si Murai tidak perlu dijemur terlebih dulu, cukup letakkan di tempat yang sejuk dengan sirkulasi udara yang segar, agar burung merasa lebih kerasan di habitatnya yang baru dan mengurangi rasa stressnya.
  3. Minggu ketiga burung sudah mulai bisa digantung ditempat orang sering lalu lalang. Tempat yang ideal jika berada dirumah tempatkan di teras rumah yang sering dipakai untuk lalu-lalang keluarga, prinsipnya adalah ditempatkan dibagian rumah yang memang relatif selalu dalam suasana ramai. Pakan berupa kroto, jangkrik, voer dan minumnya harus selalu tersedia. Untuk mendongkrak nafsu makan si Murai batu, berikan makanan selingan favorit si burung. Tujuan untuk menjinakkan burung Murai Batu hutan ini salah satunya juga ditempuh dengan pemberian asupan favorit mereka untuk menghindari stres.
  4. Minggu keempat burung sudah bisa di mandikan. Tempat mandi yang terbaik adalah karamba. Pelan-pelan pindahkan burung dari sangkarnya agar burung mau masuk ke karamba dengan sendirinya. Jika baru pertama kali burung masih curiga dan belum percaya dengan kita, sehingga sering mengalami kesulitan burung untuk masuk sendiri ke karamba. Lakukan dengan sabar agar burung tetap tenang. Jika masih si Murai masih terlihat kesulitan dan belum mau masuk juga ke karamba, buka pintu sangkar dan pintu karambanya, kemudian tempelkan kedua pintu tersebut, bila pintu menutup sendiri tahan dengan kayu biar tetap terbuka. Tinggallah pergi beberapa saat. Saat kita kembali biasanya burung sudah masuk karamba. Nah…kalau sudah seperti itu pintu karamba kita tutup dan sangkar kita angkat kemudian bersihkan. Bila burung sudah mau mandi sendiri, hal ini menjadi pertanda awal si Murai menjadi jinak dan pelan-pelan kepercayaan yang telah dipupuk akan tumbuh dengan sendirinya antara burung dan kita sebagai perawatnya. Bila kita melakukan prosesi mandi setiap hari minimal satu kali per hari, burung akan lebih cepat jinaknya dari pada kalau mandinya sebulan sekali. Setelah mandi, burung di beri pakan kesukaannya.
  5. Minggu ke lima burung sudah bisa di dekatkan dengan burung yang lain, namun jangan sekali-kali didekatkan dengan sesama Murai Batu karena akibatnya bisa fatal. Biasanya pada minggu kelima ini burung sudah mulai berani mengeluarkan suaranya meskipun terdengar lirih. Pada saat ini sangkar burung sudah bisa di gantung agak rendah. Dengan pemaparan tips tersebut diharapkan burung lebih terbiasa berdekatan dengan manusia. Sekali-kali beri pakan burung dengan memasukkan tangan ke tempat pakan burung. Bila burung sudah tidak menabrak-nabrak sangkar berarti proses menjinakkan murai batu liar bisa dikatakan sudah dianggap berhasil.

Kebun http://Murai-Batu.com ring 3L menjual aneka jenis murai dari trotolan, lepas trotol, siapan hingga indukan produksi hubungi kami 0817155010.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *