Mengenal Jenis Lovebird

Burung Lovebird termasuk dalam genus Agaponis, yang merupakan spesies asli Afrika, dengan beberapa jenis berasal dari pulau Madagaskar. Agaponis sendiri merupakan Bahasa serapan Yunani yang terdiri dari kata agapein (Bahasa Yunani dari ‘untuk mencintai’) serta ornis (bahasa Yunani dari ‘burung’). Lovebird juga terkenal sebagai burung yang setia pada pasangannya (monogami), yang ketika sudah dewasa akan terus menjaga hubungan dengan pasangannya hingga ada yang mati, seperti ungkapan ‘til death does us apart’ atau ‘sampai maut memisahkan kita’.

Spesies Burung Lovebird dibedakan dengan perbedaan warna dan tanda-tanda fisik yang ada pada burung tersebut. Jika dihitung dengan hasil kawin silang antara satu spesies dengan spesies yang lainnya, maka jumlah jenis burung ini akan banyak sekali. Namun, secara umum, terdapat 9 jenis yang telah dikelompokkan berdasarkan ilmu taksonomi.

Jenis pertama adalah Agapornis roseicollis, atau yang biasa disebut Peachfaced, atau jika di Indonesia disebut Lovebird muka salem. Lovebird jenis ini dikenal sebagai spesies pertama yang dikenalkan di publik, sehingga jenis peachfaced ini termasuk jenis burung yang paling banyak dibudidayakan. Keragaman warna dari jenis peachfaced ini juga cukup banyak, hingga 100.000 kombinasi warna yang diperoleh dari mutasi genetik.

Jenis selanjutnya adalah Agapornis swindernia, atau yang lebih dikenal sebagai black-collared lovebird, karena memiliki leher yang terlihat seperti kerah hitam. Ciri leher hitam tersebut menjadi ciri pembeda jenis ini dengan jenis burung ini dengan lainnya. Black-collared lovebird  ini juga merupakan salah satu jenis  lovebird yang paling sulit ditangkarkan karena burung ini lebih menyukai alam bebas.

Jenis ketiga adalah Agapornis pullaria, yang biasa disebut redfaced lovebird karena memiliki bulu berwarna merah di area wajah. Lovebird jantan jenis ini memiliki warna merah yang dominan di area dahi dan wajah, sedangkan untuk betina warnanya lebih ke arah oranye pada dahi dan wajah. Baik jantan maupun betina, badannya didominasi oleh warna hijau atau hijau kekuningan.

Selanjutnya terdapat jenis Agapornis personata, atau yang biasa dikenal sebagai masked lovebird, karena memiliki bulu berwarna hitam kecoklatan di wajahnya, menyerupai topeng. Terdapat juga jenis Agapornis fischeri, yang memiliki ciri khas tubuh berwarna hijau dengan bagian kepala hingga dada memiliki bulu berwarna kemerahan dengan gradasi jingga. Ada pula jenis Agapornis lilianae, yang sering juga disebut dengan Nyasa Lovebird. Yang menjadi ciri khas jenis ini adalah badan yang dominan berwarna hijau dengan warna merah pada bagian kepala hingga wajah, dan warna kuning pada area kerongkongan hingga leher belakang.

Ada lovebird yang juga memiliki keunikan tersendiri adalah jenis burung Agaponis nigrigenis atau yang disebut juga black-cheeked lovebird. Disebut demikian karena memiliki ciri khas pipi yang berwarna hitam kecokelatan. Jenis Agapornis taranta juga memiliki ciri khas hitam kecokelatan, namun berada di bagian sayap. Jenis Agapornis taranta lebih dikenal dengan sebutan Abyssinian lovebird karena habitat aslinya yang ada di Ethiopia.

Yang paling berbeda dari jenis burung lainnya adalah Agapornis cana, yaitu jenis burung yang berasal dari pulau Madagaskar. Lovebird ini memiliki tubuh yang mungil dengan bobot hanya 20 hingga 35 gram saja, dengan warna hijau di bagian badan dan abu-abu pada bagian kepala bagi jantan, hijau muda bagi betina. Jenis ini merupakan jenis yang sangat langka, sehingga sekarang tidak bisa ditangkarkan lagi karena sudah dilindungi oleh pemerintah di pulau Madagaskar.

Dari berbagai macam jenis burung yang telah disebutkan di atas, terdapat 3 jenis yang paling umum untuk ditangkarkan, yaitu peach-faced lovebird, masked lovebird, dan fischeri lovebird.  Murai-batu.com 0817155010 adalah penangkar murai batu dan lovebird di Limo Depok, saat ini hanya melayani pembelian secara langsung di tempat kami.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *